Sabtu, 03 Oktober 2009

Sekolahku, Istanaku!

Di sinilah Ayah mengalami metamorfosis terindah sepanjang sejarah hidupnya! Insya Allah, seekor ulat yang amat menyebalkan itu, perlahan telah berubah, dan mulai merakit sayap-sayap mungilnya untuk menjelma rama-rama yang -semoga- bisa menebar keindahan bagi setiap orang yang ditemuinya dalam tiap kayuhan langkah.

Istana ini selalu menawarkan kerinduan baginya, tak habis-habis. Rumah kedua, yang membuatnya sadar untuk terus berjuang menjadi lebih dewasa dari waktu ke waktu!


Nama Baru


Nama Lama


Bapak Abdul Mu'in MDE, Kepala SMP


Bapak Abdul Rokhim, Kepala SMA


Ruang Kepala SMP


Ruang Kepala SMA


Halaman


Gedung Barat



Gedung Utara



Gedung Timur


Lab Komputer & Pak Santo


Koperasi Sekolah



Ruang BK & Bu Warmi


Ruang Guru


Pojok Kantor TU


Parkir Depan


Parkir Dalam


Kantin Bu Sugeng


Kantin Mak Tun


Kantin Mak Wat Kenapa tutup, Mak?



Masjid Tercinta!


XII IPS & Bu Eko


Kelas XII IPA & Bu Isri


Kelas XI IPS & Bu Eko


Kelas XI IPA & Bu Ary


Kelas X B & Pak Widi



Kelas X A & Ayah!


Kelas IX B & Bu Tyas di Lab IPA


Kelas IX A & Bu Tutik


Kelas IX A & Bu Istiqomah


Kelas VIII B & Bu Puspito


Kelas VIII A & Bu Umamah


Kelas VII B & Bu Sulakah


Kelas VII A & Pak Pardi


Pak Zaini & Pak Agus


Pak Masyhudi, tampang boleh galak, tapi hati lembut bangeeet...!


Ibu HS Tyas. Senyum Monalisa, ehem!




Bu Yuli TU
Trio TU, Pak Zaini, Pak Masyhudi


Mas Imam Ghozali, "pemilik Hotel JS", hehehe...!


Ini dia Idola Ayah. Namanya Pak Sumarto. Terima kasih, Pak udah ajarin Ayah disiplin & tanggung jawab! Salam Hormat!


Trio Adi Setya - Rokhim - Sonhaji. Abis sholat, good...good...!


XB Putri, capek abis olahraga!


Nah, yang ini sepatu rombeng Ayah abis dibenahi Pak Mariadi. Murah banget ongkosnya, Pak. Makasih ya!

3 komentar:

artikel mengatakan...

Ayah ini Guru/pengajar yaa...

Munir Ardi mengatakan...

sekolahnya bagus mas kalau sekolah saya wah kasihan

Kediaman Ayah mengatakan...

Mas Ardi, dulu sekolah saya juga memprihatinkan, apalagi saat musim hujan, becek, bocor, bahkan harus kerap mencari batu di kali terdekat untuk menutup kubangan lumpur, belum lagi bau kandang tetangga sebelah. Pernah suatu hari satu kelas runtuh atapnya, untunglah itu terjadi sepulang sekolah. Insya Allah, perubahan yang lebih baik akan terjadi juga di sekolah Mas Ar. Tetap berjuang ya, Mas!