Rabu, 14 Oktober 2009

Gaya Bermotor


Oleh Ayah

Sampai hari ini aku masih melihat pemandangan mengenaskan ini di kampungku! Betapa keselamatan seolah bukan sesuatu yang mahal untuk dijaga. Dua contoh ini cukup untuk bukti. Hanya dua! Faktanya? Tak terhitung, macam-macam gayanya...

1. Tiap hari aku masih melihat sepasang suami-istri, atau sepasang kakak-adik, atau siapalah, kerap menyelipkan seorang bocah (sering balita) di antara mereka berdua DALAM POSISI BERDIRI, tangan mungil sang bocah memegang bahu sosok yang tengah pegang setir di depannya, sedangkan sosok di belakangnya cuma memegang pinggang sang bocah. Dengan kecepatan rata-rata motor yang sedang melaju, aku membayangkan (bukan mendoakan!), andai terjadi sesuatu yang membuat motor itu terpental, pasti sang balita akan terbang lebih dulu. Lalu? Begitulah! Seperti di sinetron-sinetron itulah. Yang bikin aku heran, kenapa hal ini tidak disadari oleh sepasang manusia (yang lebih) dewasa itu? Si bocah sih tahunya ketawa-ketawa senang. Malah belakangan seolah jadi tren mengasyikkan, dan celakanya banyak ditiru. Pak, Bu, Kak, Dik... bocah itu tak akan pernah tahu apa yang bakal terjadi. Tapi kalian tahu, kan?

2. Yang ini lebih aneh! Nyetir motor dengan kecepatan sedang, dengan santainya tangan kiri menempelkan hp ke telinga kiri, ngobrol kadang sambil cekikikan. Tak pakai helm pula. Lagi-lagi aku membayangkan (bukan mendoakan!), andai terjadi sesuatu, alangkah sayang hp itu harus remuk terbanting di aspal. Kok, malah hp yang disayangkan?! Iya sih, soalnya rata-rata hp yang mereka pakai untuk mejeng dengan gaya demikian itu bagus-bagus, sementara aku tak punya yang seperti itu, hehehe... Lha, terus gimana dengan motornya? Ya, maaf-maaf saja kalau soal itu aku tak tahu. Tanya saja mereka, mungkin motor mereka ada beberapa, jadi rusak sebiji masih ada yang lain di rumah. Masuk akal juga sih. Terus, kalau yang rusak badan pengendaranya? Waduh, soal ini aku lebih tak tahu lagi! Setahuku sih di toko-toko tak ada yang jual suku cadang anggota badan yang bisa dibeli sewaktu-waktu dan dipasang dalam tempo singkat pakai mur dan baut! Lha terus?! Embuh!!! Pikir sendiri!


4 komentar:

Munir Ardi mengatakan...

sayng pernah juga pak hp jatuh remuk

Munir Ardi mengatakan...

wah ngeri deh pak ngebayangkan kejadian pada bocah itu

NURA mengatakan...

SALAM SOBAT
wah memang benar sobat,,
melihat anak-anak muda zaman sekarang
pada ngga ngga khawatir akan keselamatan,,makanya gaya bermotornya,,ugal-ugalan.
memprihatinkan orang yang melihat.

Witha mengatakan...

Motor sekarang seperti semut2 di jalanan, jadi susah klo mau nyebrang dan sepertinya keselamatan bukan yg utama bagi mereka