Selasa, 16 Februari 2010

Himne Angkot Biru


Kali kesekian di leleh mentari
aku belajar tersenyum dan berdamai
dengan sebelah hati
meyakini angkot biru yang membawaku pergi
tengah menatapku teduh
seraya pelan bahuku ditepuk-tepuk
menyusul nasehat yang hanya bisa kudengar
dalam bilik batin
"kau bukan yang pertama, telah dan akan
ada berikutnya, lagi
dan lagi, tak habis-habis"

Aku mengangguk entah pada siapa
pastinya harus kubujuk benakku
akan fakta bak sinema
rupiah ongkos pergimu
tak selamanya bermakna hak duduk nyaman
kerap kau harus rela
hanya tulang ekormu tertitip pada kursi
yang sejatinya milikmu
sisa orang-orang di sebelahmu
yang membuai pantat mengangkang lutut
dengan nikmat!

1 komentar:

Munir Ardi mengatakan...

hiksss XD membacanya pak