
Penuh selidik ia menatapku. Hah, sebentar lagi ia akan mencincang pertahananku dengan rentetan tembakan -tajam dan mematikan.
"Akhir-akhir ini,kata-katamu makin kering. Kalimat-kalimatmu hanya menjelaskan satu makna: kau jauh keluar dari titik fokus tempatmu kokoh berpijak selama ini. Ada apa?" Tembakan pertama!
"Kau megap-megap dalam kubangan romansa, lelah berenang, tapi tak punya daya untuk menepi!" Tembakan kedua!
"Bodoh!" Tembakan ketiga!